KOPI DAN 1000 MAKNA
Bulan ke empat aku melanjutkan perjuanganku untuk dapat bersama dengan dila, empat bulan yang rasaku tanpa ada hambatan yang berarti karena hari - hari ku nikmati dengan indah ku rasakan. 120 hari tersebut aku mulai mengenal dila, mengenal bagaimana dia begitu tekun beribadah, mengenal bagaimana begitu sayangnya dia pada keluarga, mengenal bagaimana dia begitu tersakiti oleh mantanya, dan mengenal ibu nya walau hanya berkomunikasi melalui media.
Banyak hal yang akhirnya aku tahu tentang nya selama 120 hari ini dan fakta dia mengetahui semua kebusukan mantannya menurukku itu hal berat baginya rasa sayang yang tulus ia curahkan namun di balas dengan mendua, itu yang membuatkan tetap teguh terus ingin mengenalnya dan mengobati sakit nya. Dia yang selama ini menahan begitu banyak beban pikulan namun setiap di hadapanku senyumnya tidak pernah pudar, bukan karena aku yang membuatnya tersenyum namun memang begitu kuatnya dia di depan orang lain bahkan di depanku. Aku berharap dia dapat melepas semua penatnya di hadapanku namun belum saat nya, aku harus bisa memastikan itu semua bisa terjadi. Aku tidak bisa menggantikan nya menanggung sakit yang dia rasakan, aku tidak dapat mengantisipasi sakit itu datang padanya, namun aku selalu berusaha agar menjadi wadah agar dia dapat melepas semua dengan legah tanpa tersisah sedikitpun. Terkadang melihat seseorang yang begitu hebat memikul beban namun tetap terus tersenyum membuatku malu, aku yang seharunya bisa lebih kuat namun faktanya persoalan hati membuatku lemah.
Rasa nya cukup waktu untuk mengenalnya aku tidak ingin lagi mengulang kesalahan masa lalu terulang kembali kali ini, aku ingin mengungkapkan semua isi hatiku tentangnya, aku ingin menjadi wadah nya melepas semua lelah nya, aku ingin menjadi orang pertama yang dia cari untuk bercerita, dan aku ingin bisa tetap menjaga senyumnya agar tidak pudar karena masalah. Bulan ini adalah bulan lahirku sekarang 4 juli 5 hari sebelum hari aku ada di bumi ini, aku sedang memikirkan agar 3 hari sebelum hari lahirku aku ingin mengungkapkan semua agar dihari lahirku nnti aku bisa berbagi kebahagian dengannya. Ku pikirkan bagaimana aku bisa melepas semua tanpa ada sisa, dan aku memilih tempat yang biasa kami bertemu di salah satu kafe favorit kami itu semua rencana yang akan aku lakukan.
Malam harinya sembari aku menyelesaikan semua kerjaan ku dan memikirkan harus seperti apa aku esok., dering HP ku berbunyi nama dila terpampang di layar, tumben dia menelepon ku duluan senang rasaku, mungkin kah dia pun berfirasat sama tentangku, mungkin kah di paham soal rencanaku esok. Tak menuggu lama langsung ku angkat deringan itu.
" Halo Assalamualaikum " ucapku salam.
" Hai bro, ini aku mantannya dila " jawab nya.
Aku terkejut mendengar suara laki - laki di nomor yang ku tuliskan nama orang yang sedang aku idamkan, pikiran awal ku kembali teringat soal cerita dila takut ketemu mantanya, takut di apa - apa kan, takut ini, takut itu. Aku mulai cemas dan gelisa apa yang sedang terjadi pada nya, dimana dia sekarang aku tidak tenang malam itu.
" mana dila? dimana kalian? " tanyaku tegas.
" santai bro dila aman sama saya, aku cuma mau kasih tau kalau kami balikan " jawab nya.
" dimana kalian? " tanyaku tegas kembali.
Telfon pun di matikan aku tidak menghiraukan tentang apa yang dia katakan padaku aku hanya terfikir soal bagaimana keadaan dila, apa yang terjadi pada nya?, dimana dia sekarang?. Aku coba chat dila melalui WA namun tidak ada balasan juga, pikirku resah tak terbendung aku memutuskan mengajak salah satu temanku untuk menemani mencari dila, entah dimana dia tapi aku harus berusaha mencari dan memastikan dia sedang baik - baik saja. Hampir semua tempat yang aku yakini dia dan mantannya biasa disana ku datangi namun tidak membuahkan hasil aku dan kawanku tidak menemukan mereka, tak henti aku terus mengelilingi hampir seluruh jogja hanya ingin memastikan dia aman. Lalu kawanku mengingatku untuk kami balik karena hari telah larut begitu malam mungkin dia baik - baik saja dan sudah tidur, kami akhirnya memutuskan pulang namun isi kepalaku tetaplah risau tak karuan. Pagi hari nya aku coba kembali menghubungi dila untuk memastikan dia tidak kenapa - napa,
" Assalamualaikum Dila " tanyaku melalui telfon.
" Waalaikumsallam bagaimana Prama ? " tanya Dila.
" Kamu semalam kemana? Kamu baik - baik saja? " tanyaku dengan risau.
" Aku baik - baik saja kok, Prama aku sudah balikan dengan dia maaf ya aku tidak bisa menerimah kamu, kamu baik, makasih sudah menemaniku " jawab Dila.
hingga detik telfon ku tidak lagi ada suara aku tidak mampu berkata kata, entah apa rasa yang ku bisa ungkapkan namun rasanya membuatku tak mampu berkata - kata.
6 juli kukira akan menjadi hari yang akan indah, kukira 3 hari kedepan akan menjadi hari lahir ku yang sangat luar biasa. Ya memang luar biasa namun luar biasa dasyat sakit nya, ku kira dia yang ku anggap baik, ku kira dia yang tekun dalam hal baik ternyata sama saja. Lalu apakah dusta kalimat sakit yang pernah dia ceritakan padaku ternyata dia memilih kembali, apa yang dia pertimbangkan membuat dia kembali lagi?, Ah begitu pecah rasa nya semua ini. Ku kira ini, ku kira itu aku mencoba mengira semua nya namun tidak ada jawaban mengapa dia harus memilih kembali padanya yang telah melukai. Ternyata kisah ini seperti lagu Aftershine yang judulnya " Kalah " lalu buat apa aku nemenini selama ini, kalau akhir nya engkau memilih mantan mu.
Apakah masi ada wanita lain selain ibu ku yang dapat ku percaya?, rasa nya semua yang mereka katakan saat ini dan entah hingga kapan aku menganggapnya dusta. Benar memang cinta begitu indah di genggam, namun begitu dasyat sakitnya di lepas. 9 juli menjadi penanda ku bahwa aku sudah terlalu sering hancur karena cinta, walau karena cinta aku di lahirkan namun karena cinta juga semua karirku saat ini ku tinggalkan.
Sekarang aku lebih memilih mencari pengobat diri ku sendiri tidak lagi mencoba mengobati orang lain, karena selama ini aku terlalu memaksakan diri mengobati orang lain namun diriku sendiri masi terluka. saat ini aku tetap berusaha membantu sosial terdekatku, dan memberihkan self reward dengan ibadahku berharap tuhan ku yang akan memberihkan ku kasih sayang yang manusia tak dapat berihkan.
Aku tidak takut sesuatu hilang dari padaku, karena aku tau selain takdirku, maka tidak akan pernah menjadi milikku.
Aku pun tidak gelisah dengan sesuatu yang aku miliki, kemudian aku kehilangannya kenapa? karena aku tau, sesuatu yang bukan milikki, mau bagaimanapun tidak akan pernah menjadi milikku. ( UMAR BIN KHATTAB ).
NOTE:
ini semua berdasar kisahku sendiri aku harap kawan kawan menikmatinya, tinggal kan kritikan dan saran kawan kawan agar aku terus dapat menulis menjadi lebih baik. MAKASIH......